Growing Smart With Information
Adalah sebuah slogan yang saya baca di dinding bengkel TKJ SMK N 2 Depok Sleman Yogyakarta waktu pertama kali saya memasukinya. Sebuah slogan yang sederhana namun begitu mengena. Kini slogan itu sudah tiada karena renovasi dan perbaikan bengkel namun saya menyukai slogan tersebut dan saya abadikan dalam blog saya yang sangat sederhana. Selamat membaca dan terima kasih atas kunjungannya.

NEW POSTS

Monday, 5 February 2018

Mengenal Distribute Control System (DCS)

Bagi sohib-sohib yang bekerja di bagian operasi atau pemeliharaan pabrik petrokimia dan semacamnya tentu tidak asing dengan yang namanya DCS atau Distribute Control System. 

Menurut Ali (2012), "Sistem Kendali Terdistribusi atau yang lebih dikenal dengan nama Distributed Control  System  (DCS)  mengacu  pada  sistem  kontrol  yang  biasa  digunakan  pada sistem manufaktur, proses atau sistem dinamis lainnya dimana elemen kontroler tidak terpusat di lokasi tertentu melainkan terdistribusi seluruhnya dimana setiap sub sistem dikontrololeh satu atau lebih kontroler." Sedangkan menurut situs http://whatis.techtarget.com, (terjemahan bebas) "DCS merupakan digital otomasi sistem kontrol industri (ICS) yang melakukan kontrol loop terdistribusi secara geografis baik itu pada pabrik, mesin maupun area kontrol.".

Cara Install Sistem Operasi Dari Flashdisk (Bootable Flashdisk)

sumber gambar: https://rufus.akeo.ie

Untuk dapat menginstal sistem operasi dari flashdisk ada 3 syarat yang diperlukan:

Kuliah Teknik Informatika Mau Jadi Apa?

sumber gambar: https://arinirusda.wordpress.com

Kuliah adalah kata-kata yang akan membuat galau, baik bagi yang akan memasukinya, sedang menjalaninya, bahkan yang sedang berada di akhir-akhir semester. Yah, setidaknya itulah yang saya rasakan ketika menjalani perkuliahan. Hehehe... Oleh karenanya, di postingan kali ini, saya ingin berbagi informasi barangkali bagi sohib-sohib yang bingung jika kuliah di jurusan informatika akan jadi apa? Ane bagi posting kali ini dalam tiga kegalauan.

Monday, 22 January 2018

Prinsip Kerja Transmitter Pneumatik dan Elektronik

Beberapa contoh transmitter elektronik, sumber : https://img.diytrade.com

Kali ini saya ingin share tentang tulisan yang pernah saya buat ketika awal-awal bekerja sebagai teknisi instrumen. Waktu itu saya bekerja di pabrik pupuk yang dibangun tahun 70 an dengan teknologi yang kebanyakannya adalah pneumatik. Meski begitu sebagian controllernya sudah pakai DCS atau Dsitribute Control System. Kini pabrik tersebut sudah direvitalisasi dan digantikan pabrik baru yang teknologinya juga sudah jauh lebih maju.

Tulisan kali ini berisi tentang apa yang saya ketahui tentang prinsip kerja transmitter. Namanya belajar dari pengalaman karena memang saya tidak punya latar belakang pendidikan instrumentasi, maka tulisan ini saya buat dengan apa yang saya ketahui saja. Mohon maaf andai istrilah yang saya pakai asal-asalan dan ngawur karena memang saya mempelajarinya bedasarkan apa yang saya tahu. Hehehe. Apabila sohib ada tanggapan atau koreksi, silakan ditulis di kolom komentar ya. Thanks

Saturday, 13 January 2018

Konversi Voltase Menjadi Micron Dalam Instalasi Axial Proximity Sensor pada Rotating Unit

Hai Sohib, kali ini saya ingin berbagi tentang bagaimana menghitung nilai micron dari voltase yang dibangkitkan oleh proximitor dari proximity sensor. Perlu dicatat, proximitor yang saya gunakan di artikel kali ini adalah proximitor 3300 XL dari Bently Nevada . Penampakannya seperti di bawah ini.

Gambar 1: Proximity Sensor dan Proximitor


Proximitor di atas biasa dipakai untuk mengukur jarak pergeseran (getaran) axial dan radial rotor pada rotating unit seperti kompresor atau pun pompa-pompa besar. Proximitor di atas berfungsi untuk mengubah nilai fisik jarak yang diukur oleh proximity sensor menjadi sinyal analog dalam VDC. Semakin dekat ujung sensor proximity dengan objek ukur, maka semakin kecil VDC yang dihasilkan. Sebaliknya, semakin besar jarak antara ujung proximity sensor dengan objek ukur maka semakin tinggi pula VDC yang dihasilkan. Rentang VDC yang dihasilkan umumnya terletak pada kisaran +/-0,4 hingga +/-23 VDC.

Friday, 12 January 2018

SENSOR SUHU: THERMOCOUPLE

Mengenal Thermocouple
Thermocouple terdiri dari 2 kata, Thermo dan couple. Thermo adalah kepanjangan dari thermometer atau alat yang digunakan untuk mengukur suhu sesuatu. Sedangkan couple sendiri dikarenakan sensor thermocouple terdiri dari dua kabel yang berlainan jenis yang disatukan di salah satu ujungnya. Kedua kabel ini akan menghasilkan beda potensial ketika mengalami kenaikan maupun penurunan suhu. Perbedaan potensial inilah yang nantinya akan dibaca sebagai nilai dari thermocouple itu sendiri.
sumber: https://www.automationdirect.com

Catatan

Penulis telah berusaha untuk menjaga orisinalitas tulisan di dalam blog ini dengan tidak asal mengcopy paste artikel blog lain ke dalam blog ini serta menulis dari awal dengan referensi-referensi. Penulis tidak melarang artikel di blog ini di copy paste ke blog Sohib. Penulis bahkan senang dan merasa bersyukur jika apa yang penulis tulis bermanfaat bagi Sohib sekalian. Hanya saja, penulis mohon bagi Sohib-Sohib yang meng-copy paste artikel dari blog ini, untuk menyertakan sumber artikelnya. Terima kasih banyak.

FOLLOWERS