Growing Smart With Information
Adalah sebuah slogan yang saya baca di dinding bengkel TKJ SMK N 2 Depok Sleman Yogyakarta waktu pertama kali saya memasukinya. Sebuah slogan yang sederhana namun begitu mengena. Kini slogan itu sudah tiada karena renovasi dan perbaikan bengkel namun saya menyukai slogan tersebut dan saya abadikan dalam blog saya yang sangat sederhana. Selamat membaca dan terima kasih atas kunjungannya.

NEW POSTS

Sunday, 2 November 2014

CARA MUDAH SUBNETTING IP ADDRESS



Kali ini saya mau berbagi cara mudah membagi IP dengan metode yang biasa saya pakai -VLSM-. Metode VLSM intinya adalah mengklasifikasikanip address dalam blok-blok dimana jumlah IP perblok disesuaikan dengan kebutuhan klien.

Namun sebelum kita beranjak lebih jauh ada perlunya juga kita menghafal tabel kebenaran konversi prefiks number menjadi subnet mask serta banyaknya host di dalam blok tersebut. Berikut tabelnya.


Table1.0: Tabel Kebenaran Konversi Prefiks Number ke Subnet Mask beserta total host dan usable host


Tabel di atas adalah tabel prefiks untuk subnet kelas C. Kalau mau tahu cara menghitung banyaknya client lebih lanjut bisa lihat di link berikut.

CARA MUDAH SUBNETTING DENGAN METODE VLSM

Berikut adalah langkah umum yang biasa saya pakai:

1. Definisikan network pada topologi.
2. Urutkan kebutuhan klien dari yang terbanyak sampai yang paling sedikit.
3. Cocokkan kebutuhan klien dengan banyaknya usable host pada tabel di atas
4. Bagilah IP address tersebut kedalam blok yang sesuai dengan kebutuhan klien.

untuk lebih jelasnya mari ikuti contoh di bawah ini.

CONTOH KASUS

Diberikan sebuah IP Address: 10.10.10.0/24
topologi jaringan seperti gambar berikut (klik gambar untuk memperbesar)
Gambar 1.0 :  Topologi Instalasi LAN sebuah gedung


Tentukan alokasi IP addressnya.

JAWABAN

  • Langkah 1: Definisikan networknya.
    Di dalam gambar topologi di atas terdapat 5 network yang perlu di beri IP Address. Lihat Gambar berikut: (klik gambar untuk memperbesar)
    Gambar 1.1: Topologi yang didefinisikan network-networknya.
  • Langkah 2: Urutkan dari yang kliennya paling banyak hingga yang paling sedikit.
    Berikut tabel urutan kebutuhan host (client) topologi tersebut
    Tabel 2.0 : Tabel urutan kebutuhan host(client)
  • Langkah 3: Cocokan kebutuhan klien dengan banyaknya usable host pada tabel prefiks
    Lihat kembali tabel prefiks di atas, kemudian cocokan kolom "Kebutuhan host" dengan "Kolom Usable Host" pada tabel tersebut.
    Tabel 3.0 : Tabel urutan kebutuhan host yang dicocokan dengan tabel prefiks (tabel 1.0)
    Catatan: Pada Network nomor 3 kita menggunakan prefiks /27 dikarenakan jika menggunakan prefiks /28 jumlah usable host pada prefiks tersebut hanya 14 meskipun total IP address pada prefiks tersebut ada 16. Ini dikarenakan IP pertama dalam blok IP adalah Network Address sedangkan IP terakhir sebagai broadcast IP.
  • Langkah 4: Bagi IP sesuai kebutuhan klien.
    Langkah terakhir bagilah IP Address 10.10.10.0/24 tersebut sesuai dengan kebutuhan client.
    Meskipun IP Address adalah IP Address kelas A namun subnet mask yang digunakan adalah subnet mask kelas C sehingga maksimum host pada IP 10.10.10.0/24 adalah 256 host (belum dikurangi Network Address dan Broadcast Address)

    Langkah membagi:

    • Bagilah maksimum host IP 10.10.10.0/24 menjadi blok dengan besar host sesuai dengan IP tersedia pada kebutuhan terbesar.
      - Maksimum host IP 10.10.10.0/24 adalah 256 host.
      - Kebutuhan terbesar: Ruang A, host tersedia: 128 host. Lihat Tabel 3.0
      (klik gambar untuk memperbesar)
    • Bagilah sisa IP dengan kebutuhan terbesar selanjutnya.
      - Sisa IP: 128 Host
      - Kebutuhan selanjutnya: Ruang B host tersedia: 32 host; Ruang C host tersedia 32 host.
      (klik gambar untuk memperbesar)



    • Bagi sisa IP dengan kebutuhan selanjutnya.
      - Sisa IP: 2 Blok masing-masing 32 Host.
      - Kebutuhan selanjutnya Network ke 4 dan Network ke 5 masing-masing tersedia IP 4 host.
      Oleh karenanya Blok 32 Host tersebut perlu kita bagi per 16 host dulu baru kemudian dibagi blok per 4 IP Address. (klik gambar untuk memperbesar)



     
Jadi alokasi IP Address pada topologi tersebut adalah sebagai berikut:
 


Sisa IP Address yang tidak dipakai.




1 comment:

  1. Terimakasih artikelnya, sangat membantu saya.. mengerti setelah baca dari sini...

    ReplyDelete

Catatan

Penulis telah berusaha untuk menjaga orisinalitas tulisan di dalam blog ini dengan tidak asal mengcopy paste artikel blog lain ke dalam blog ini serta menulis dari awal dengan referensi-referensi. Penulis tidak melarang artikel di blog ini di copy paste ke blog Sohib. Penulis bahkan senang dan merasa bersyukur jika apa yang penulis tulis bermanfaat bagi Sohib sekalian. Hanya saja, penulis mohon bagi Sohib-Sohib yang meng-copy paste artikel dari blog ini, untuk menyertakan sumber artikelnya. Terima kasih banyak.

FOLLOWERS